Eropa. Kondisi tersebut turut menyebabkan sekitar 2.000 penumpang Kereta Eurostar dengan jalur Paris-London dan sebaliknya terjebak di Channel Tunnel selama 16 jam mulai Jumat (18/12) malam hingga Sabtu (19/12) pagi.
”Kami menjalankan dua atau tiga kereta kemarin (Sabtu), semuanya bisa melewati terowongan, tetapi satu dari dua (kereta) menunjukkan masalah seperti yang terjadi Jumat (18/12) malam. Kami tak akan mulai mengangkut penumpang hingga kami yakin bisa membawa mereka dengan aman,” ujar direktur Eurostar Richard Brown kepada BBC.
Kemarin pihak Eurostar melakukan uji coba peluncuran kereta coba tanpa penumpang. Hal tersebut bertujuan untuk mengetes apakah kereta dapat bertahan pada temperatur nol di wilayah utara Prancis yang diyakini menjadi tempat terjadinya kerusakan mesin kereta. Masalah terlihat pada kereta kedua yang dijalankan dari Prancis ke London saat tak bisa menanjak lintasan lebih tinggi di viaduk Thurrock. Kereta tujuan stasiun St Pancreas London itupun terpaksa kembali ke Ebbsfleet, Prancis.
”Kami berusaha membersihkan jalan kereta secepat mungkin,” tutur pihak Eurostar.
Para penumpang Eurostar mengkritik kerusakan kereta tersebut. Sebab mereka terjebak dalam terowongan bawah laut selama 16 jam tanpa makanan dan minuman. Untuk itu Eurostar menawarkan memberikan kompensasi sebesar GBP 150 (sekitar Rp 2,3 juta) dan memberikan tiket kembali gratis.
Insiden itu diperkirakan terjadi karena mesin kereta mengalami gangguan akibat pengembunan. Perbedaan cuaca diyakini menjadi penyebab pengembunan tersebut. ”Suhu berubah dari amat dingin menjadi amat panas. Sangat tidak nyaman. Tak ada makanan dan minuman,” aku seorang penumpang, mahasiswa Natasgha Seal-Jones yang ingin pulang ke Belper, Derbyshire dari universitas di Prancis.
Cuaca buruk ini tak hanya memacetkan transportasi kereta tetapi juga pelabuhan dan bandara. Berbagai jalanan dan rel kereta api ditutup di wilayah utara dan barat Eropa dari Portugal menuju Metherland. Penerbangan dari London, Brussel dan Paris juga ditunda. Di wilayah Charles de Gaulle, Paris 40 persen penerbangan ditunda. Sedangkan di Belgia penerbangan baru bisa dilaksanakan setelah matahari terbit. Sementara itu kereta Thalys dengan jalur Paris dan Amsterdam juga ditunda. Pelabuhan Calais pun terpaksa ditutup.
Badan Ramalan Cuaca memperkirakan kondisi di wilayah Eropa akan terus memburuk. Kondisi ekstrem tersebut telah menewaskan banyak orang di sejumlah kawasan Eropa yang kebanyakan adalah tunawisma. Baik akibat cuaca yang dingin atau kecelakaan akibat jalan yang tak beres. Di Polandia setidaknya 15 orang tewas karena kedinginan dengan suhu mencapai minus 20 derajat Celsius. Pria Prancis ditemukan tewas di karavannya yang dingin seperti es di dekat utara kota Arras.
